Bekerja dengan pimpinan WNA, bagaimana sih rasanya?

Bekerja dengan pimpinan WNA, bagaimana sih rasanya?

Halo brosis udah lama admin ga update blog ini, maklum kerjaan tidak kenal waktu. Kadang pas capek pulang kerja sambil nunggu pikiran tenang, duduk ngopi dan rokok di bale-bale kosan sambil buka-buka instagram. Lewat si “IG” admin bisa liat temen-temen yang udah tersebar di Indo atau di manca. Ada yang kerja di PT. A, B, C sampai Z 😀 wah ternyata temanku hebat-hebat. Nah karena admin ini kerja ngikut negara, kadang penasaran juga sih gimana rasanya kerja ikut WNA.. tapi ini no SARA lho ya… akhirnya teringat sama sepupu yang kerja ikut WNA, iseng2 sharing dah…

Bagi sebagian orang, bekerja pada perusahaan yang dipimpin langsung oleh WNA (warga negara asing) merupakan hal yang membanggakan. Walaupun ada juga yang akhirnya lebih memilih pemimpin dari negeri sendiri. Apa sebenarnya yang membedakan pimpinan WNA dengan yang asli Indonesia?

cekidot,,, brosis.. ini pengalaman sepupu admin 😀

  • Gaya kepemimpinan

Pasti banyak yang mengira bahwa WNA adalah orang yang sangat santai. Memang benar, kebanyakan dari mereka adalah pimpinan dengan jiwa yang santai. Namun yang perlu diingat, santai disini lebih berkaitan dengan gaya bicara dan komunikasi. Pimpinan WNA tidak akan murka ketika kita hanya memanggil mereka hanya dengan nama. Tentu hal ini berbeda dengan budaya Indonesia yang memegang teguh kesopanan, dimana setiap pimpinan harus dihormati dengan menambahkan panggilan Bapak atau Ibu. Begitu juga dengan komunikasi, seorang bawahan yang secara struktur organisasi berada jauh dibawah pimpinannya akan sangat mudah untuk menjalin komunikasi dengan pimpinan WNA. Sebagian besar perusahaan baik swasta maupun negeri di Indonesia punya skema atau proses tersendiri jika kita ingin berbicara langsung dengan pimpinan dan hal itu cenderung lebih sulit.

 

  • Disiplin

Jangan heran jika kita bekerja dengan pimpinan WNA dalam urusan waktu. Sangat jelas disiplin waktu adalah ciri khas utama WNA. Jika ada suatu rapat dimulai pada pukul 13.00, pimpinan tersebut bisa stand by 30 menit atau bahkan pernah hingga 1 jam sebelumnya. Mereka akan sangat merasa rugi jika ada peserta rapat yang telat atau tidak hadir karena dinilai sangat tidak efektif. Tentunya kita sebagai orang Indonesia tahu bahwa budaya ngaret sudah tidak bisa dihilangkan. Padahal dalam setiap pekerjaan, time management adalah hal yang mendasar.

 

  • Deadline

Setiap perusahaan pasti punya sistem deadline masing-masing. Namun, untuk urusan deadline dengan pimpinan WNA masih bisa di nego. Dalam artian, kita sebagai seorang staf yang bertanggung jawab atas pekerjaan itu harus mampu menyatakan kesanggupan dalam setiap pekerjaan yang diberi. Jika kita merasa deadline itu sangat mustahil bisa dilaksanakan, maka kita harus berani untuk mengungkapkannya dengan memberikan alasan yang masuk akal. Dengan begitu, pimpinan lebih bisa menerima. Karena pada dasarnya seorang pemimpin tidak akan tahu apa yang terjadi secara detail pada lapangan, itu merupakan tugas para staf yang harus aktif. Ritme pekerjaan seperti ini sangat melekat pada perusahaan yang dipimpin oleh WNA selama ini.

 

  • Kepercayaan

Nah, untuk hal yang satu ini. Pimpinan WNA dan Indonesia kurang lebih sama. Mereka pasti akan menunjuk satu atau dua orang sebagai orang kepercayaannya. Terkadang orang kepercayaan ini sering disalah artikan bagi staf yang lain. Pada kasus pimpinan WNA, orang kepercayaan diberikan tugas yang memang lebih berat dibanding staf lain seperti mengawasi dan bertanggung jawab pada semua keputusan yang diambil ketika Pimpinan tersebut tidak ada di tempat.

 

  • Royalitas

Royal? Bisa dikatakan demikian walau mungkin tidak se-royal pimpinan Indonesia. Pimpinan WNA akan sangat royal kepada semua staf jika ada suatu program yang berhasil dicapai. Pada saat momen seperti ini, pimpinan biasa menjamu makan atau bahkan memberikan bonus. Ada juga yang menerima e-mail pribadi berupa pujian atas kerja kerasnya selama ini.

 

Masih banyak hal lain yang bisa diungkap dari kepemimpinan WNA. Hanya ada satu tips untuk anda yang ingin berkarir dengan banyak orang asing, yaitu mempunyai sifat open-minded. Jika anda merupakan orang yang cenderung tertutup, akan sangat sulit untuk diakui dan bisa berkembang pada perusahaan yang anda naungi. Namun, semua kembali pada anda. Siapkah bekerja dengan dipimpin oleh WNA?

by: Rahma Restya

BAGIKAN : Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Related Posts

About The Author

Add Comment