Proses Pembangkitan Listrik PLTU

Listrik merupakan kebutuhan primer sekarang ini, supaya lebih tau tentang proses produksi listrik aku share tentang proses pembangkitan listrik khusunya PLTU

Peralatan PLTU

Keterangan :

1.            
Stack

2.            
Boiler

3.            
FD Fan

4.            
Air
Heater

5.            
Steam
Drum

6.            
Primary
Superheater

7.            
Economizer

8.            
Header

9.            
Water
Wall

10.        
Secondary
Superheater

11.        
Reheater

12.        
Wind Box

13.        
HP Turbin

14.        
IP Turbine

15.        
LP Turbine

16.   
Generator

17.    Condenser

18.   
MFO
Tank

19.   
MFO
Pump

20.   
MFO
Heater

21.   
Burner

22.   
Circulating
Water Pump

23.   
Desalination
Plant

24.   
Distillate
Water Pump

25.   
Make
Up Water Tank

26.   
Make
Up Water Pump

27.        
Demin
Water Tank

28.        
Demin
Water Pump

29.        
Condensate
Pump

30.        
LP
Heater

31.        
Deaerator

32.        
Boiler
Feed Pump

33.        
Transformer

34.        
HP
Heater

35.        
Transformer

transmission

Air laut yang jumlahnya melimpah ruah dipompa oleh CWP (Circulating water pump) yang sebagian besar dipakai untuk media pendingin condenser dan sebagian lagi dijadikan air tawar di Desalination Evaporator yang nantinya air tersebut akan digunakan sebagai air penambah bercampur dengan air pengisi Boiler. Setelah air menjadi tawar, kemudian dipompa oleh Distilate Pump untuk kemudian dimasukkan ke dalam Make Up Water Tank. Air dari Make up Water Tank kemudian dipompa lagi masuk ke sistem pemurnian air (Demineralizer) dan selanjutnya dimasukkan ke dalam Demin Water Tank. Dari sini air dipompa untuk dimasukkan ke dalam Condenser bercampur dengan air kondensat. Air kondensat yang kondisinya sudah dalam keadaan murni dipompa lagi dengan menggunakan Condensate Pump, kemudian masuk ke dalam Low Pressure Heater dan kemudian diteruskan ke Deaerator untuk mengeluarkan atau membebaskan NCG (non condensation gas) yang terkandung dalam air tersebut. Selanjutnya air tersebut dipompa lagi dengan bantuan Boiler Feed Pump menuju ke High Pressure Heater untuk dipanaskan lagi. Kemudian air diteruskan masuk kedalam Boiler setelah terlebih dahulu dipanaskan lagi dengan menggunakan Economizer. Air masuk ke dalam Steam Drum. Proses pemanasan diruang bakar mengakibatkan terjadinya perubahan fase dari air menjadi uap jenuh di dalam Steam drum. Uap jenuh dari Steam Drum dipanaskan lagi oleh Superheater menjadi uap panas lanjut yang temperatur dan tekanannya memenuhi syarat utuk memutar Steam Turbine. Uap bekas yang keluar dari turbin diembunkan (dikondensasi) di dalam Condenser dengan bantuan pendinginan air laut. Kemudian air hasil kondensasi (air kondensat) ini ditampung di dalam Hot Well.

Baca Juga :   Program PLN CSS Permudah Pelayanan Untuk Pelanggan

Pada siklus bahan bakar, Bahan bakar berupa MFO (Marine Fuel Oil) dialirkan dari kapal/tongkang menuju ke rumah Pompa (Pumping Station) untuk dimasukkan ke dalam Fuel Oil Tank. Dari sini dipompa lagi dengan Fuel Oil Pump masuk ke dalam Fuel Oil Heater untuk di kabutkan di dalam Burner sebagai alat proses pembakaran bahan bakar di ruang bakar (Furnace).

Pada siklus udara bakar, udara dihisap dari luar dengan menggunakan FDF (Force Draft Fan) yang kemudian dialirkan ke dalam Air Preheater Coil (APC) untuk dinaikkan temperaturnya. Dari sini udara mengalir lagi menuju ke Ljungstrom Air Heater. Disini udara dipanaskan lagi dengan memanfaatkan panas gas bekas sisa peembakaran bahan bakar dalam Boiler sebelum dibuang ke udara luar melalui cerobong (Stack).

Turbine tersebut terkopel pada satu poros untuk memutar Generator. Perputaran Generator akan menghasilkan energi listrik dengan penguat (exciter) tegangan mencapai 11,5 KV, kemudian tegangan dinaikkan menjadi 150 KV oleh Trafo Utama (Main Transformator). Energi listrik tersebut lalu dibagi melalui Switch Yard untuk kemudian dikirim ke Gardu Induk melaui Transmisi Tegangan Tinggi. Kemudian energi listrik tersebut didistribusikan kepada para konsumen.