Inilah Perbedaan Antara Trading Saham dan Trading Forex

Investor senior pasti merekomendasikan saham karena saham cenderung diproyeksikan untuk jangka panjang dan pergerakan harga cenderung kurang fluktuatif. Namun, bagi trader yang menyukai tantangan dan ingin meraup keuntungan dalam waktu yang lebih singkat, mereka cenderung merekomendasikan forex yang mempumyai volatilitas yang relatif lebih tinggi.

Ilustrasi Trading
Ilustrasi Trading

Apa Saja Perbedaan antara Trading Forex dan Trading Saham?

  • Produk yang Diperdagangkan

Dalam trading saham, produk yang diperjualbelikan adalah surat berharga kepemilikan saham suatu perusahaan. Sedangkan dalam trading forex, produk yang diperdagangkan adalah kontrak harga mata uang suatu negara dengan mata uang negara lain.

Dalam trading forex Anda akan melihat perbandingan antara harga suatu mata uang dengan mata uang lainnya, berbeda dengan trading saham dimana nilai saham suatu perusahaan tidak dibandingkan dengan produk saham lainnya.

  • Jumlah Produk yang Diperdagangkan

Dalam trading saham ada lebih dari 10.000 saham di seluruh dunia, sedangkan dalam trading forex tidak terlalu banyak pilihan. Seperti yang disebutkan di poin pertama, dalam trading forex suatu mata uang dibandingkan dengan mata uang lainnya. Misalnya Euro terhadap US Dollar atau biasa disebut EUR/USD.

Setidaknya produk dalam trading forex dapat bernilai positif dan negatif sekaligus. Positifnya adalah pedagang tidak perlu khawatir memilih terlalu banyak produk seperti dalam trading saham. Satu-satunya negatif adalah tidak banyak pilihan bagi para pedagang yang ingin bereksperimen dengan berbagai produk investasi.

  • Fasilitas Short selling

Short selling merupakan metode yang digunakan dalam penjualan saham atau forex dimana investor atau trader meminjam dana  atau on margin untuk menjual saham yang tidak dimiliki dengan harga tinggi. Harapannya, investor atau pedagang dapat membeli kembali dan mengembalikan pinjaman saham kepada broker mereka saat saham turun.

Baca Juga :   Cara Analisa Teknikal Forex dengan Fibonacci Retracement

Dalam trading forex ada fasilitas short-selling, sedangkan di pasar modal Indonesia ada fasilitas short-selling. Sebenarnya short-selling terdapat di bursa Amerika Serikat, hanya BEI (Bursa Efek Indonesia) yang melarang aturan short selling karena pelaku short-selling dapat memicu penurunan IHSG.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, seorang investor atau trader dapat menjual saham dengan meminjam dana untuk menjual saham atau valas yang tidak dimilikinya, jika harga saham atau valas turun maka investor atau trader tersebut akan mendapatkan keuntungan.

Sedangkan jika harga naik maka investor atau trader akan rugi. Karena itu, tidak jarang investor atau pedagang melakukan short selling dituding menyebarkan desas-desus palsu guna menurunkan harga pasar. Hal ini dikhawatirkan bisa merusak nilai IHSG yang sebenarnya.

  • Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Analisis Teknis

Dalam trading saham seorang trader harus menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan harga di pasar mulai dari yang paling kecil. Dalam analisa teknikal perdagangan saham, trader akan menganalisa mulai dari data terkecil seperti laporan keuangan perusahaan, lalu sektor yang terkait dengan perusahaan, dan trader saham menganalisa kondisi negara.

Sedangkan dalam trading forex para trader tidak perlu menganalisa data perusahaan. Karena perdagangan berkaitan langsung dengan mata uang suatu negara, maka data yang perlu dianalisis adalah kondisi satu negara dengan negara yang lainnya.

  • Fluktuasi Pasar

Ada perbedaan yang signifikan dalam fluktuasi pasar. Pasar forex mempunyai fluktuasi yang lebih tinggi daripada pasar saham. Hal ini dipengaruhi oleh perbedaan kapitalisasi pasar. Pasar forex mempunyai  kapitalisasi pasar yang lebih besar dibandingkan pasar saham.