Pengertian PLTA

Pembangkit Listrik Tenaga Air atau yang biasanya disebut PLTA adalah pembangkit listrik yang menggunakan air sebagai sumber energi awalnya. Air yang banyak ditemui di alam ini mempunyai beberapa bentuk energi sesuai dengan kondisi air tersebut berada :
– Air sungai yang mengalir mempunyai energi aliran / kecepatan dari jumlah air dan kecepatan mengalirnya sedangkan energi potensial / ketinggian akan timbul karena sifat aliran selalu menurun dan kadang jatuh seprti contohnya air terjun.
– Air danau yang jumlahnya sangat besar apabila dibuat bendungan dan dijatuhkan ke suatu tempat akan menghasilkan energi potensial yang besar.

Dari contoh diatas maka terdapat beberapa macam PLTA yang ada didunia saat ini dan juga digunakan oleh PLN yaitu antara lain :
a. PLTA jenis aliran sungai (run off river)
b. PLTA jenis aliran sungai dengan bendungan/dam
c. PLTA jenis danau dengan bendungan
d. PLTA jenis danau dengan terowongan di dasarnya ( kolam tando )
Prinsip kerja dari PLTA tersebut yang paling utama adalah memanfaatkan semaksimal mungkin energi air yang dapat ditangkap oleh peralatan utamanya yang disebut turbin air.

konversi energi PLTA
konversi energi PLTA

demikian penjelasan singkat PLTA 🙂

[Aplikasi Interlock] All Forced Draft or Induced Draft Fans Off

All Forced Draft or Induced Draft Fans Off
Hilangnya forced Draft Fans akan mengakibatkan boiler master fuel akan trip dan juga Induced Draft Fans. Hilangnya FDF akan menghilangkan penyalaan dan akan mengakibatkan tekanan negatif akan tinggi dan akan merusak susunan dari ruang bakar. Ketika IDF hilang boiler juga akan trip. Hilangnya IDF juga akan menghasilkan ketidakmampuan mempertahankan tekanan pembakaran dan memindahkan hasil pembakaran dari boiler. Bila hal itu terjadi di ruang bakar, akan kemungkinkan terjadi ledakan. IDF dan FDF terinterlock. Jadi jika salah satu dari IDF mati, sebuah FDF akan trip. Unit akan beroperasi pada setengah beban normal. Untuk menghindari over atau underpressure sistem interlock tersebut akan membuat keseimbangan. Tidak menjadi masalah fan mana yang terganggu. Jika hal tersebut terjadi interlock tekanan ruang bakar bekerja.

[Aplikasi Interlock] All Fuel Lost

Proteksi All Fuel Lost pada PLTU
Pada supply bahan bakar dimana tekanannya kecil atau turun akan mentripkan boiler dengan mematikan aliran bahan bakar. Bahayanya akan terjadi kemungkinan ledakan, ketika bahan bakar (gas atau cair) terganggu, nyala api akan padam. Jika bahan bakar kemudian di injeksikan ke dalam ruang bakar. Dibanding pada keadaan sebelum penyalaan, nyala balik atau ledakan kan terjadi. Bila bahan bakar batu bara terganggu alirannya ke boiler, biasanya tidak membahayakan. Biasanya hanya salah satu burner atau pulverizer terpengaruh. Bila pulverizer trip peralatan feeder juga akan trip. Lalu batu bara tidak masuk ke
dalam tempat pembakaran

[Aplikasi Interlock] Furnace Overpressure or Underpressure

Furnace Overpressure or Underpressure 

Suatu interlock furnace overpressure biasanya diadakan untuk mencegah tekanan yang lebih yang masuk ke dalam windbox, dan pada tekanan pembakaran yang tinggi akan mengakibatkan rusaknya struktur di boiler. Pada saat aktif, tekanan pembakaran yang tinggi akan mngetripkan keduanya, yaitu bahan bakar dan udara pembakaran. Normalnya penundaan waktu digunakan untuk menghindari tripnya peralatan secara keseluruhan. Boiler juga akan trip pada tekanan pembakaran di bawah yang ditentukan.

Fungsi Sistem Interlock

Sequence sistem merupakan urutan-urutan menjalankan dan mematikan peralatan. Dengan demikian start-up maupun shut-down diatur sedemikian rupa sehingga tiap-tiap item atau grup item telah disesuaikan dengan kriteria operasi yang aman.
Peralatan-peralatan tersebut antara lain :
1. Forced Draft Fan atau FDF
2. Induced Draft Fan atau IDF
3. Boiler Feed Pump atau BFP
4. Boiler
5. Turbine
6. Generator dsb.
Interlock sistem adalah suatu peralatan atau sistem peralatan yang dirancang untuk mengamankan suatu peralatan yang satu terhadap lainnya. Disini interlock sistem mengambil aksi seluruh fungsi keamanan, agar dapat dicegah adanya situasi yang membahayakan baik untuk peralatannya sendiri maupun manusia.
Interlock menjamin peralatan tersebut dioperasikan dengan benar. Sistem interlock ini harus memproteksi peralatan terus menerus selama sistem bekerja. Ia tidak boleh gagal hanya karena adanya signal palsu atau tidak sah, dan ia membandingkan signal-signal yang diterimanya secara kontinyu.